Judul: Toward Organizational Behavior
Penulis/Peneliti: L.L. Cummincs
Publikasi: Academy of Management Review - January 197
ISU – ISU POKOK
- Terdapat 2 (dua) motivasi pokok seseorang dalam mendeskripsikan organizational behavior, yaitu (1). kebutuhan membagi suatu pengetahuan menjadi paket yang mudah dipahami;, dan (2). Identifikasi atas konstruksi yang mendasari organizational behavior merupakan hal penting untuk memperluas pengetahuan;
- Partisi telah digunakan dalam percobaan untuk membedakan antara organizational behavior dan disiplin ilmu terkait lain.
METOROLOGI
Penggunaan literatur tentang perspektif organizational behavior, perbedaan organizational behavior dan disiplin ilmu terkait, misalnya organizational psychology, organizational theory, atau personnel and human resources; serta dimensi dan tema organizational behavior.
TEMUAN KUNCI
- 3 (tiga) dimensi dari organizational behavior, yaitu: a). A Way of Thinking, yaitu bahwa organizational behavior sebagai cara berpikir, cara memahami masalah, serta mengartikulasikan penelitian dan solusi tindakan; b). A Body of Constructs, Models, and Facts, yaitu sebagai komponen organizational behavior tentang motivasi, pembelajaran atau sosialisasi, struktur dan proses kelompok, perilaku pemimpin, desain tugas, komunikasi antar-pribadi, struktur organisasi, perubahan dan konflik interpersonal, serta materi variabel dependen yang relevan (misalnya kepuasan, sikap lain, ukuran partisipasi, dimensi kinerja, dan perilaku lainnya); c). A System of Technology, yaitu sebagai system atau kumpulan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk melatih para pemimpin, merancang tugas, dan organisasi, mengevaluasi kinerja, memberi penghargaan pada perilaku, serta memodelkan perilaku;
- 3 (tiga) tema yang meliputi dimensi dalam mendefinisikan organizational behavior, dan memengaruhi cara setiap dimensi diartikulasikan adalah a). Existentialism, dengan penekanan bahwa lingkungan tidak pasti, dan bergantung pada orang-orang dalam organisasi dan organisasi itu sendiri. Berdasarkan tema ini, dalam menghadapi jenis lingkungan tersebut, orang harus menjalankan pengendalian diri untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Tema ini memaksa organizational behavior menjadi disiplin ilmu yang lebih kompleks; b). Operationalism, dimana dicerminkan dalam 3 (tiga) cara, yaitu pencarian teori; penekanan pada operasi atau perilaku melalui orang dalam fungsi organisasi; dan isu dampak pengukuran, misalnya pertanyaan atas reliabilitas dan validitas; c). Neo-behavioralism, dimana banyak asumsi dan model kausal organizational behavior bergeser ke orientasi behavioristik yang bersifat kognitif, misalnya teori motivasi;
- Terdapat 5 (lima) segementasi divisi dalam akademi reviu manajemen untuk analisis organisasi, yaitu organizational behavior; organization & management theory; personnel & human resources; organization development; dan organizational Communication.
TELAAH TAMBAHAN
- Paper memberikan wawasan tambahan bagi peneliti dalam studi organizational behavior, khususnya dalam hal dimensi dan tema di dalamnya;
- Pandangan tentang ruang lingkup dan perbedaan organizational behavior dengan disiplin ilmu lain yang terkait memberikan alternatif penelitian bagi peneliti lain di bidang tersebut;
- Konsep dalam paper harus direviu dan diuji kembali dalam konteks organisasi terkini.
PERTANYAAN
Dalam konteks organisasi, karyawan sebagai individu dapat memiliki pengaruh yang kuat atas maju-mundurnya suatu organisasi, terutama kemampuan pemimpin dengan kompetensi leadership, decision making, analytical thinking atau managing/developing people (individual or group) yang dimilikinya, serta perannya dalam mempengaruhi perasaan bawahan. Banyak kasus dimana suatu perusahaan akhirnya menjadi perusahaan besar, bahkan pemimpin pasar karena peran sentral pemimpinnya. Apabila pemimpin tersebut pindah atau mengundurkan diri dikhawatirkan dapat mengganggu eksistensi perusahaan/organisasi. Sehubungan dengan itu, bagaimana strategi perusahaan/organisasi dalam mengantisipasi kemungkinan tersebut diatas?
#Opini Pribadi