Judul: The dynamic nature of HRM implementation: a structuration perspective
Penulis/Peneliti: Jorrit van Mierlo, Tanya Bondarouk & Karin Sanders
Publikasi: The International Journal of Human Resource Management, 2018, Vol. 29, No. 22, 3026–3045
ISU – ISU PENTING
- Pandangan bahwa implementasi pengelolaan SDM terlalu statis, dan satu arah, serta tidak mengikuti dinamika atau interaksi antara SDM dan sistem pengelolaan SDM;
- Selama ini, penelitian implementasi pengelolaan SDM fokus pada 3 (tiga) hal, yaitu kekuatan aliran sistem pengelolaan SDM, perbedaan antara sistem pengelolaan SDM dan cara penerapannya, serta peran para SDM khususnya manajer lini dalam mengimplementasikan pengelolaan SDM, tetapi sulit untuk memahami alasan terjadinya kesenjangan implementasi pengelolaan SDM;
- Berbagai pendapat yang berbeda tentang bagaimana mencapai implementasi pengelolaan SDM yang dianggap sukses;
- Banyak peneliti menulis tentang implementasi pengelolaan SDM, tetapi jarang mendefinisikannya;
- Peneliti bidang SDM belum memperhatikan bahwa sebagai proses, implementasi pengelolaan SDM melibatkan berbagai orang, perencanaan, dan evaluasi secara inheren sehingga membatasi pandangan tentang proses implementasi pengelolaan SDM.
METODOLOGI
Peneliti menggunakan hasil penelitian terdahulu mengenai implementasi pengeloaan SDM, dan selanjutnya meringkas ide-ide utama dari teori strukturasi yang dikembangkan oleh Giddens, (1984). Tahap berikutnya, peneliti menjelaskan pandangan dinamika implementasi pengelolaan SDM beserta kerangka kerjanya.
TEMUAN KUNCI
- Berdasarkan teori strukturasi, proses implementasi pengelolaan SDM kurang lugas sehingga peneliti mengembangkan kerangka kerja komprehensif yang membantu dalam memahami proses implementasi pengelolaan SDM;
- Praktik pengelolaan SDM tidak pernah sepenuhnya selesai berkembang. Meskipun demikian, setelah periode naik-turun dan proses modifikasi, struktur pengelolaan SDM menjadi lebih stabil;
- Praktik pengelolaan SDM menjadi stabil setelah menerapkan model, yaitu skema interpretatif dari SDM yang terlibat, fasilitas telah didistribusikan dengan tepat, dan dianggap sah oleh semua SDM dalam organisasi (legitimasi);
- Penelitian ini memberikan kontribusi bahwa dengan mengadopsi perspektif teori struktur dari Giddens (1984), temuan telah menambahkan pengelolaan SDM sebagai sebuah proses yang tidak hanya fokus pada desain, implementasi, dan persepsi praktiknya, tetapi juga pada praktik pengelolaan SDM setelah langkah awal tersebut;
- Kontribusi berikutnya adalah bahwa dengan mengajukan teori tentnga peran setara dan fungsi para SDM organisasi dalam proses implementasi pengelolaan SDM, temuan telah memberikan wawasan yang lebih akurat dalam fungsi pengelolaan SDM;
- Proses implementasi pengelolaan SDM cenderung lebih berhasil apabila organisasi memperhatikan pemahaman dan keinginan anggotanya, khususnya karyawan, serta memperhatikan bagaimana proses implementasi tersebut secara bertahap hingga terinternalisasi dalam organisasi.
TELAAH TAMBAHAN
- Pendekatan dengan teori strukturisasi dari Giddens (1984) ini berbeda dari penelitian dan teori implementasi pengelolaan SDM yang ada sehingga memberikan kebaruan dalam penelitian bidang SDM;
- Peneliti tidak memberikan penjelasan jenis organisasi yang dapat menggunakan pendekatan dengan teori dari Giddens (1984) ini sehingga menimbulkan pertanyaan apakah hasil penelitian dapat diterapkan pada semua jenis organisasi;
- Peneliti tidak banyak membahas mengenai kemungkinan kegagalan penerapan pendekatan dengan teori Giddens (1984) berkaitan dengan masalah kompetensi para SDM yang terlibat karena kualitas yang diberikan oleh para SDM saat memberikan praktik pengelolaan SDM memainkan peran penting dalam keberhasilan penerapan;
- Penelitian lebih komprehensif dan dapat dilihat efektifitasnya apabila dilengkapi dengan studi kasus di organisasi / perusahaan tertentu.
PERTANYAAN
Kompetensi yang dimiliki oleh anggota organisasi merupakan faktor penting keberhasilan program organisasi terkait pengelolaan SDM. Berdasarkan teori Giddens (1984), semua elemen SDM dalam organisasi terlibat dan memiliki peran setara dalam keberhasilan praktik pengelolaan SDM. Bagaimana teori ini memastikan bahwa SDM yang terlibat memiliki kompetensi yang cukup?
#Opini Pribadi