Review Jurnal “Financial Inclusiveness and Economic Growth: New Evidence Using a Threshold Regression Analysis”

Judul: Financial inclusiveness and economic growth: new evidence using a threshold regression analysis
Peneliti/Penulis: Rosmah Nizam, Zulkefly Abdul Karim, Aisyah Abdul Rahman, dan Tamat Sarmidi
Publikasi: Economic Research- Ekonomska Istraživanja ISSN: 1331-677X (Print) 1848-9664 (Online) Journal homepage: https://www.tandfonline.com/loi/rero20

TUJUAN PENELITIAN

Financial inclusiveness adalah akses yang setara ke pelayanan keuangan bagi semua orang sehingga menjadi salah satu pilar untuk mengentaskan tingkat kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Banyak penelitian empiris yang mengungkapkan hubungan positif antara tingkat financial inclusiveness dan pertumbuhan ekonomi. Lebih lanjut, hubungan yang kuat antara financial development dan pertumbuhan ekonomi telah didokumentasikan dengan baik dalam beberapa penelitian empiris. Meskipun demikian, financial development tersebut tidak cukup untuk memberikan wawasan yang jelas apakah suatu perekonomian bergerak di jalur yang berkelanjutan atau sebaliknya, karena tidak mengukur financial inclusiveness. Hasil penelitian dalam jurnal Does too much finance harm economic growth oleh Siong Hook Law dan Nirvikar Singh menunjukkan harus ada batasan tingkat financial development yang perlu dihasilkan. Karena kontradiksi berbagai temuan yang menunjukkan hubungan linier atau non linier antara financial development dan pertumbuhan ekonomi tersebut, penelitian dilakukan untuk menguji dampak financial inclusiveness, dan signifikansinya, terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara, baik negara maju maupun negara berkembang

KERANGKA TEORITIS

Penelitian ini menggunakan penelitian terdahulu mengenai hubungan antara financial inclusiveness, dan berbagai indikator pembangunan, misalnya indikator pembangunan manusia, kesenjangan pendapatan, dan pendapatan per kapita; serta peran penting financial inclusiveness sebagai indeks penting dalam pengentasan kemiskinan, stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan kombinasi hasil penelitian terdahulu tersebut, peneliti menawarkan untuk mengisi kesenjangan dalam literatur dengan mencoba menguji peran financial inclusiveness pada  pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan pengukuran indeks komposit yang baru.

SAMPEL

Sampel penelitian ini adalah data di 63 negara untuk periode tahun 2014 dan 2017 berdasarkan kehandalan dan ketersediaan data.

VARIABEL OPERASIONAL

  1. Variabel dependen adalah Pendapatan Domestik Bruto Riil Per Kapita sebagai proksi pertumbuhan ekonomi;
  2. Variabel independen adalah indeks financial inclusiveness, dengan beberapa dimensi (penetrasi perbankan, ketersediaan layanan perbankan, pemanfaatan jasa keuangan dan teknologi keuangan digital), dan kombinasi pendekatan permintaan dan penawaran.

METODOLOGI

  1. Tingkat financial inclusiveness setiap negara dihitung menggunakan konstruksi indeks financial inclusiveness yang baru, yaitu kombinasi metode parametrik (Principle Component Analysis (PCA))   dan non-parametrik (multidimensi) dalam menentukan bobot indikator secara endogen, serta menggabungkan indikator sisi penawaran (bobot dimensi indeks) dan permintaan (dimensi teknologi keuangan). Indeks tersebut berisi informasi agregat dari berbagai dimensi akses keuangan untuk setiap negara yang memungkinkan peneliti dan pembuat kebijakan membuat perbandingan yang substansial antar ekonomi. Berikutnya, indeks ini memungkinkan mempelajari hubungan antara financial inclusiveness  dan variabel makroekonomi lain yang menarik;
  2. Penjelasan hubungan antara financial inclusiveness, dan pertumbuhan ekonomi disajikan dengan data Scatter plot dari konstruksi indeks financial inclusiveness dan Produk Domestik Bruto Per Kapita di beberapa negara maju dan berkembang yang dipilih untuk tahun 2014 dan 2017 yang menunjukkan korelasi positif;
  3. Penelitian ini menggunakan teknik cross-section berdasarkan konsep ambang batas indeks yang dikemukakan oleh Hansen (2000) untuk melihat hubungan antara financial inclusiveness  dan pertumbuhan ekonomi lintas negara dengan memperhatikan faktor makroekonomi (yaitu tingkat inflasi, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat pengangguran, dan keterbukaan perdagangan) untuk mengontrol kemungkinan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi;
  4. Tehnik regresi ambang batas cross-section dimaksud untuk menjelaskan pengaruh non-monotonik dari financial inclusiveness terhadap pertumbuhan ekonomi karena masalah financial inclusiveness dan pertumbuhan ekonomi bersifat dinamis.

TEMUAN KUNCI

  1. Semakin tinggi nilai indeks financial inclusiveness, semakin inklusif jasa keuangan di negara tertentu. Suatu negara dianggap memiliki tingkat financial inclusiveness yang tinggi jika indeks financial inclusiveness  berada di atas tingkat ambang batas;
  2. Pengujian pada  data tahun 2014 menunjukkan bahwa diatas ambang batas Indeks Financial Inclusiveness (IFI) > 0,55), semua estimasi koefisien variabel kontrol (inflasi, pertumbuhan penduduk, pengangguran, dan keterbukaan perdagangan) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, dibawah level ambang batas (IFI ≤ 0,55), semua estimasi koefisien variabel kontrol tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara signifikan;
  3. Pengujian atas data tahun 2017 menunjukkan bahwa diatas ambang batas (IFI > 0,667), koefisien estimasi inflasi dan pertumbuhan penduduk berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi inflasi berhubungan negatif, sedangkan pertumbuhan penduduk berhubungan positif. Berikutnya, dibawah ambang batas (IFI ≤ 0,667), hanya keterbukaan perdagangan yang memiliki estimasi koefisien yang signifikan, sedangkan variabel kontrol lain memiliki koefisien yang tidak signifikan;
  4. Hubungan antara financial inclusiveness dan pertumbuhan ekonomi adalah non-linier dan positif. Temuan tersebut memberikan penjelasan yang lebih baik untuk hubungan dinamis antara financial inclusiveness dan pertumbuhan ekonomi di mana financial inclusiveness dapat secara efektif berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi hanya pada tingkat indeks tertentu;
  5. Berdasarkan penelitian dengan data tahun 2014 dan 2017, temuan menunjukkan bahwa pengaruh financial inclusiveness terhadap pertumbuhan ekonomi berbeda jika mempertimbangkan perbedaan tahunan.

IMPLIKASI DAN MANFAAT PRAKTIS

  1. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan motivasi pada para pembuat kebijakan dan praktisi sektor perbankan setiap negara untuk melakukan upaya yang lebih besar dalam meningkatkan tingkat financial inclusiveness dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan;
  2. Dengan mengetahui tingkat ambang batas financial inclusiveness yang sesuai, para pembuat kebijakan dapat menyusun kebijakan yang fokus pada strategi pertumbuhan ekonomi lainnya;
  3. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang pengukuran indeks financial inclusiveness dengan bobot baru melalui metode Principle Component Analysis (PCA) dan dimensi teknologi keuangan.

KETERBATASAN DAN PENELITIAN BERIKUTNYA

  1. Indikator lain yang relevan berdasarkan beberapa dimensi dapat dimasukkan dalam perhitungan indeks financial inclusiveness untuk meningkatkan efisiensi pengukuran;
  2. Karena keterbatasan ketersediaan data, penelitian selanjutnya harus menggunakan panel besar untuk menangkap perspektif yang lebih luas tentang pengaruh financial inclusiveness terhadap pertumbuhan ekonomi.

TELAAH TAMBAHAN

  1. Jumlah sampel sebenarnya sudah cukup banyak (63 negara). Tetapi, dengan mempertimbangkan penelitian lain yang disinggung oleh peneliti (jurnal Does too much finance harm economic growth oleh Siong Hook Law dan Nirvikar Sing Bahka) yang menggunakan sampel 87 negara, penelitian ini seharusnya minimal menggunakan jumlah sampel yang sama;
  2. Jumlah tahun yang diambil datanya sebagai bahan penelitian seharusnya lebih banyak dengan mempertimbangkan data jurnal lain yang disinggung;
  3. Penggunaan variabel independen dengan melibatkan dimensi keuangan, serta menggabungkan sektor penawaran dan sektor permintaan (teknologi keuangan yang memudahkan akses keuangan)sudah tepat untuk mengurangi bias, dan meningkatkan validitas hasil penelitian;
  4. Penggunaan indeks pengukuran yang baru sebagai hasil evaluasi atas model pengukuran indeks yang lama dengan berbagai kelemahan dimungkinkan memberikan hasil penelitian yang lebih valid;
  5. Karena hubungan non-monotonik antara tingkat financial inclusiveness dan pertumbuhan ekonomi belum banyak diteliti sebelumnya, penelitian ini menawarkan kebaharuan penelitian bidang ekonomi/keuangan;
  6. Karena titik fokus penelitian ini pada tahun setelah krisis global dan tahun awal pemanfaatan teknologi keuangan (sisi permintaan), validitas dan konsistensi hasil penelitian dengan variabel financial inclusiveness mungkin perlu diuji kembali di era teknologi yang semakin berkambang.

#Opini pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *