Review Jurnal “Does Too Much Finance Harm Economic Growth”

Judul: Does too much finance harm economic growth?
Penulis/Peneliti: Siong Hook Law, Nirvikar Singh
Publikasi: Journal of Banking & Finance 41 (2014) 36–44. www.elsevier/locate/jbf

TUJUAN PENELITIAN

  1. Banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara financial development dan pertumbuhan ekonomi, artinya peningkatan financial development akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena krisis ekonomi global 2007-2008, para akademisi dan praktisi mulai mempertimbangkan hasil penelitian dimaksud dengan mengajukan pertanyaan ukuran optimal sebuah financial development dalam rangka pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan;
  2. Berikutnya, peneliti di Bank for International Settlement (BIS) dan Dana Moneter Internasional (IMF) menekankan bahwa tingkat financial development adalah bagus hanya sampai satu titik tertentu saja, setelah itu akan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi;
  3. Berdasarkan hal tersebut, peneliti merasa perlu untuk mengeksplorasi apakah ada tingkat ambang batas financial development dalam hubungan antara financial development dan pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan metode ambang panel dinamis yang dikembangkan oleh Kremer et al. (2013)

KERANGKA TEORITIS

Peneliti menggunakan kerangka penelitian berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan kontradiksi antara hubungan financial development dan pertumbuhan ekonomi pada tingkat pendapatan yang berbeda, dan hubungan non-linier antara financial development dan pertumbuhan ekonomi sehingga merasa perlu mengevaluasi kembali hubungan keuangan
dan pertumbuhan ekonomi riil dalam sistem ekonomi modern.

SAMPEL

Dalam rangka pengambilan kesimpulan yang kuat, penelitian menggunakan jumlah sampel cukup banyak berupa data tahunan dari 87 negara mulai tahun 1980 sampai dengan 2010.

VARIABEL OPERASIONAL

Variabel yang digunakan untuk meilaht pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi dalam penelitian ini adalah:

  1. Indikator financial development dari sektor perbankan, yaitu kredit sektor swasta, kewajiban likuiditas dan kredit domestik yang dinyatakan sebagai rasio terhadap Produk Domestik Bruto. Data dikumpulkan dari Indikator Pembangunan Dunia, dan Struktur Basis Data Bank Dunia;
  2. Vektor kontrol yang terdiri dari pendapatan per kapita awal, rasio investasi, tingkat pertumbuhan penduduk, dan human capital;
  3. Variabel keterbukaan perdagangan, pengeluaran pemerintah, inflasi dan kelembagaan/institusi sebagai penguji kekuatan hasil penelitian;
  4. Variabel instrumen tambahan dalam literatur hukum, lembaga dan keuangan yaitu, asal hukum, hak kreditur, kekayaan alam dan komposisi agama.

METODOLOGI

  1. Peneliti menggunakan model regresi berdasarkan konsep ambang panel dinamis yang dikembangkan oleh Kremer et al. (2013) yang memperluas pengaturan statis dari Hansen (1999) ke regressor endogen. Penelitian menggunakan data panel karena memberikan lebih banyak informasi, dan mengurangi multikolinieritas, serta sebagai kontrol untuk heterogenitas lintas negara;
  2. Data penelitian menggunakan data panel dari 87 negara untuk periode 1980 – 2010 yang selanjutnya dibuat rata-rata selama periode lima tahun untuk memvalidasi penggunaan estimator generalized methods of moments sehingga tersedia maksimal enam observasi untuk setiap variabel per negara;
  3. Robustness checks dilakukan untuk menguji sensitivitas hasil penelitian dengan melibatkan variabel penentu pertumbuhan ekonomi tambahan, yaitu keterbukaan perdagangan, pengeluaran pemerintah, inflasi dan kelembagaan/institusi. Berikutnya, pengujian dilakukan dengan generalized methods of moments menggunakan Hasil uji diagnostik berupa uji Sargan dan uji korelasi. Selain itu, penelitian juga dilakukan dengan menggunakan instrumen tambahan yang teridentifikasi dalam literatur hukum, lembaga dan keuangan yaitu, asal hukum, hak kreditur, kekayaan alam dan komposisi agama.

TEMUAN KUNCI

  1. Estimasi nilai ambang batas untuk variabel kredit sektor swasta adalah 4.482 ( 88%) dari Produk Domestik Bruto dengan interval kepercayaan 95%. Data yang disusun menunjukkan bahwa 25 dari 87 negara (29%) melebihi nilai ambang batas tersebut. Dengan nilai ambang batas dimaksud, secara statistik, peneliti menyatakan sektor kredit swasta sebagai penentu yang positif dan signifikan atas pertumbuhan ekonomi jika nilainya kurang dari nilai ambang batas (variabel ini memiliki pengaruh positif yang paling kuat terhadap pertumbuhan ekonomi);
  2. Estimasi nilai ambang batas untuk variabel kewajiban likuditas adalah 4.514 (91%) dari Produk Domestik Bruto. Apabila kewajiban likuid lebih rendah dari atau sama dengan nilai ambang batas, maka nilai variabel tersebut memberikan efek positif pada pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, apabila kewajiban likuid lebih tinggi dari nilai ambang batas, maka nilai variabel memberikan efek negatif, tetapi tidak signifikan;
  3. Estimasi nilai ambang batas untuk variabel kredit domestik adalah 4.595 (99%) dari Produk Domestik Bruto. Data yang disusun menunjukkan bahwa 32 dari 87 negara (37%) melebihi nilai ambang batas tersebut. Apabila melebihi nilai ambang batas, kredit domestik berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, lebih banyak kredit dalam enegri yang disalurkan, tidak akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi (variabel ini memiliki pengaruh negatif paling tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi di luar ambang batas);
  4. Koefisien yang diperkirakan pada pendapatan per kapita awal, pertumbuhan penduduk, investasi dan human capital konsisten dengan teori, yaitu bahwa koefisien pendapatan per kapita awal negatif dan signifikan secara statistik, koefisien pertumbuhan penduduk negatif dan tidak signifikan, koefisien investasi bertanda positif dan determinan yang signifikan, dan koefisien human capital positif pada semua model dan tidak signifikan pada pertumbuhan ekonomi;
  5. Pengujian dengan robustness checks menunjukkan bahwa variabel keterbukaan perdagangan dan kelembagaan/institusi berhubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya pengeluaran pemerintah dan inflasi berhubungan negatif dengan pertumbuhan ekonomi. Pengujian dengan generalized methods of moments menunjukkan bahwa finansial development dan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan berbentuk U terbalik;
  6. Dalam rangkaian robustness checks, pengujian menggunakan instrumen tambahan yang menunjukkan bahwa 25 dari 87 negara sampel memiliki rasio keuangan yang lebih besar dari nilai ambang batas dimana sebagian besar negara tersebut adalah negara maju. Dengan demikian, dampak financial development pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di negara berkembang lebih kuat dibandingkan dengan negara maju;
  7. Kesimpulannya, bukti empiris menunjukkan bahwa hubungan antara finansial development dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan berbentuk U non-linier atau terbalik. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efek ambang batas dalam hubungan antara fincansial development dan pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, Peneliti menyatakan tingkat financial development hanya bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi sampai dengan batas tertentu. Apabila financial development diluar tingkat ambang batas, maka financial development cenderung berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi;
  8. Berdasarkan hal tersebut, peneliti menyatakan bahwa tingkat financial development yang optimal dan penyaluran keuangan yang efisien untuk kegiatan produktif lebih penting dalam memfasilitasi pertumbuhan ekonomi negara.

IMPLIKASI DAN MANFAAT

  1. Karena hasil penelitian menunjukkan pentingnya tingkat ambang batas, pembuat kebijakan harus mengusulkan dan membuat kebijakan yang memperkuat jenis dan kualitas sistem keuangan daripada hanya memperluas sektor keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi;
  2. Selanjutnya, apabila mengetahui titik balik hubungan antara financial development dan pertumbuhan ekonomi, pembuat kebijakan dapat fokus pada strategi peningkatan pertumbuhan lainnya apabila ambang batas keuangan yang sesuai telah tercapai.

KETERBATASAN DAN PENELITIAN BERIKUTNYA

  1. Penelitian ini tidak mengkaji penyebab dari hubungan non-linier antara finasial development dan pertumbuhan ekonomi, tetapi tetap memberikan penjelasan yang mengenai hubungan variabel tersebut secara praktis;
  2. Penelitian ini hanya memanfaatkan indikator perkembangan sektor perbankan. Mengingat bahwa saat ini, pasar saham memainkan peran penting dalam menyalurkan modal, dan perusahaan semakin bergantung pada pembiayaan saham, maka penelitian berikutnya perlu mengeksplorasi peranan perkembangan pasar saham pada pertumbuhan ekonomI;
  3. Berikutnya, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji apakah efek finansial development pada pertumbuhan ekonomi bersifat permanen atau sementara, dan.durasi efeknya bertahan.

OPINI TAMBAHAN

  1. Jumlah sampel sudah cukup banyak (87 negara). Bahkan, semula menggunakan 99 negara dimana karena faktor outlier, harus mengeluarkan 12 negara. Sehubungan kondisi tersebut, peneliti seharusnya mencari pengganti negara yang berimbang antara negara maju dan berkembang sehingga sesuai dengan jumlah sampel semula. Harapannya, penelitian memberikan hasil yang melebihi daripada penggunaan sampel dari 87 negara;’
  2. Penggunaan metode panel yang bersifat dinamis tepat karena variabel pertumbuhan ekonomi bersifat dinamis yang memungkinkan kenaikan dan penurunan;
  3. Penggunaan variabel diluar variabel pokok dalam finansial development sudah tepat untuk mengurangi bias, dan meningkatkan validitas hasil penelitian;
  4. Pengujian lebih lanjut untuk memperkuat hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan, terlebih konfirmasi pengujian menunjukkan hasil yang konsisten;
  5. Metode ambang batas panel dinamis merupakan hal yang baru dalam penelitian ekonomi/keuangan, dan digunakan setelah memperhatikan kelemahan metode yang sudah ada sehingga hasillnya dapat lebih mencerminkan kondisi riil.

PERTANYAAN

Penelitian mendapat dukungan dana dari pihak ketiga (SHRM Foundation). Meskipunpeneliti menyatakan bahwa interpretasi, kesimpulan dan rekomendasi tidak mewakili pemberi dana tersebut, bagaimana peneliti menjaga obyektifitas penelitian?

#Opini Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *