Judul: Human Resource Systems, Employee Creativity, And Firm Innovation: The Moderating Role Of Firm Ownership
Penulis/Peneliti: Dong Liu, Yaping Gong, Jing Zhou, & Jia-Chi Huang
Publikasi: Academy of Management Journal Academy of Management Journal 2017, Vol. 60, No. 3, 1164–1188
ISU – ISU POKOK
- Tren global dalam manajemen SDM, terutama di negara berkembang yang berjuang untuk menjadi basis inovasi, adalah merancang dan menerapkan sistem SDM yang meningkatkan kreativitas karyawan;
- Kreativitas karyawan adalah dasar mikro dari inovasi perusahaan yang mengarah pada keunggulan kompetitif;
- Penelitian tentang hubungan antara sistem manajemen SDM yang berorientasi employee-experienced performance, employee-experienced maintenance dan kepemilikan perusahaan dengan kreativitas karyawan di negara berkembang masih sedikit.
SAMPEL DAN METODOLOGI
- Penelitian diawali dengan survei online melalui email terhadap 855 karyawan bagian penelitian dan pengembangan (R&D) yang terpilih secara acak dari 57 perusahaan sampel (30 BUMN dan 27 perusahaan swasta). Selanjutnya, dua bulan kemudian, peneliti mengirim email kepada kepala bagian R&D sebagai supervisor karyawan yang disurvei, dan telah memberikan tanggapan atas survei online sebelumnya. Berdasarkan respon supervisor, sampel akhir diperoleh sebanyak 352 karyawan dari 57 perusahaan. Berikutnya, satu tahun kemudian, peneliti menghubungi bagian R&D dari 57 perusahaan untuk mendata jumlah peluncuran produk baru selama penelitian, dan diperoleh data dari 50 perusahaan (27 BUMN dan 23 perusahaan swasta);
- Pengujian hipotesis 1-3 dengan Hierarchical Linear Modeling (HLM), dan hipotesis 4 dengan regresi ordinary least squares (OLS);
- Variabel independennya adalah employee-experienced performance-oriented HR systems, employee-experienced maintenance-oriented HR systems, & firm ownership;
- Variabel mediatornya adalah employee domain-relevant skills;
- Variabel dependennya adalah employee creativity;
- Variabel kontrolnya adalah firm size, prior firm innovation, employee intrinsic motivation, self-efficacy, perceived empowering leadership, & perceived support for innovation climate.
TEMUAN KUNCI
- Sistem SDM yang berorientasi pada employee-experienced performance berinteraksi dengan sistem SDM yang berorientasi pada employee-experienced maintenance, dan kepemilikan perusahaan untuk memfasilitasi kreativitas karyawan melalui keterampilan employee domain-relevant;
- Sistem SDM yang berorientasi pada employee-experienced maintenance lebih cenderung meningkatkan hubungan positif antara sistem SDM yang berorientasi pada employee-experienced performance dan keterampilan employee domain-relevant di perusahaan swasta daripada di BUMN;
- Pada level perusahaan, kreatifitas karyawan agregat lebih kuat dalam hal inovasi perusahaan di perusahaan swasta daripada di BUMN;
- Dengan demikian, hasil penelitian memperluas perspektif sistem pengelolaan SDM dengan mengambil pendekatan yang unik melalui dua jenis sistem SDM yang berbeda, yaitu berorientasi pada employee-experienced performance dan employee-experienced maintenance, serta menunjukkan pentingnya kepemilikan perusahaan dalam fungsi sistem SDM.
TELAAH TAMBAHAN
- Hasil penelitian memperkuat teori bahwa SDM merupakan mitra strategis perusahaan dalam pencapaian tujuan melalui kreativitas karyawan;
- Hasil penelitian memberikan panduan yang jelas bagi praktisi SDM di perusahaan tentang orientasi sistem SDM (employee-experienced performance & employee-experienced maintenance) yang dapat digunakan terkait keterampilan karyawan yang relevan bagi perusahaan;
- Dalam era teknologi saat ini, hasil penelitian memberikan panduan bagi perusahaan agar mampu tetap eksis ditengah persaingan yang semakin ketat melalui kreatifitas karyawan dan inovasi perusahaan;
- Hasil penelitian dengan konteks China yang memiliki dua jenis kepemilikan (BUMN dan swasta) tidak dapat digeneralisir di negara tertentu yang nyaris tidak memiliki BUMN, misalnya Amerika Serikat;
- Hasil penelitian juga perlu diuji di negara yang berbeda paham politik (ideologi) dengan China (komunis);
- Sampel penelitian hanya menggunakan perusahaan metalurgi di wilayah timur laut China sehingga validitas dan reliabilitasnya perlu diuji pada jenis perusahaan dan wilayah yang berbeda.
PERTANYAAN
Dalam kasus di Indonesia, banyak BUMN yang dipandang tidak mampu menunjukkan kinerja sesuai harapan karena minimnya kreatifitas dan inovasi sebagaimana halnya perusahaan swasta. Selain tidak fokus pada bisnis pokoknya karena memiliki banyak anak perusahaan dengan lini usaha berbeda-beda, mayoritas BUMN tidak dipimpin oleh profesional, dan cenderung menjadi “sapi perahan” partai politik. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo melalui Kementerian BUMN berencana membentuk holding BUMN dengan harapan menjadi BUMN kelas dunia. Tentu saja, salah satu syarat mutlak menjadi perusahaan level internasional adalah daya kreatifitas dan inovasi tinggi. Sehubungan dengan itu, apakah pembentukan holding BUMN dapat menciptakan karyawan yang kreatif, dan akhirnya perusahaan yang inovatif? Atau sebenarnya, kepemilikan BUMN perlu dialihkan ke swasta (privatisasi) agar memiliki kemampuan berinovasi dan berkreasi?
#Opini Pribadi