Review Artikel “The Strategic Value Of Selection Practices: Antecedents And Consequences Of Firm-Level Selection Practice Usage”

Judul: The Strategic Value Of Selection Practices: Antecedents And Consequences Of Firm-Level Selection Practice Usage

Penulis/Peneliti: Youngsang Kim, & Robert E. Ployhart

Publikasi: Academy of Management Journal 2018, Vol. 61, No. 1, 46–66

ISU -ISU POKOK

  1. Bagaimana perusahaan memilih karyawan adalah sebuah pilihan strategis kritis yang memiliki konsekuensi penting terhadap kumpulan human capital;
  2. Pendekatan yang diambil untuk memahami nilai strategis seleksi tidak secara eksplisit fokus organisasi, tetapi mengandalkan kesimpulan dari tingkat individu;
  3. Praktisi hanya sedikit mengetahui tentang bagaimana atau mengapa perusahaan yang berbeda menggunakan jenis praktik seleksi yang berbeda, atau konsekuensi tingkat perusahaan dari perbedaan tersebut;
  4. Sejauh mana praktik seleksi bernilai secara strategis, dan dapat menciptakan keunggulan kompetitif.

SAMPEL DAN EMTODOLOGI

  1. Sumber data, yaitu 1). Survei Human Capital Corporate Panel (HCCP) dari Korean Research Institute for Vocational Education and Training (KRIVET, 2012) dengan fokus pada data 2005; dan 2). data kinerja keuangan tahunan perusahaan dari Korean Information Service (KIS, 2013) dengan fokus pada tahun 2000 – 2007;
  2. Ukuran sampel akhir adalah 413 perusahaan dalam tiga kategori industri, yaitu manufaktur, keuangan dan layanan non-keuangan;
  3. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Random Coefficient Modeling (RCM) dan uji signifikansi dampak tidak langsung dengan parametric bootstrap procedure;
  4. Variabel dependennya adalah sales per employee, profit per employee, & EBIT;
  5. Variabel independennya (antecedent) adalah industry growth, industry dynamism, prior performance, & collective turnover;
  6. Variabel kontrolnya adalah firm age, firm age, unionizationm, high-performance work systems & labor costs;
  7. Variabel prediktornya adalah selection practices;
  8. Analisis regresi.

TEMUAN KUNCI

  1. Perusahaan dalam industri yang sedang berkembang dan dalam industri dinamis menggunakan praktik seleksi yang lebih sedikit;
  2. Perusahaan dengan kinerja perusahaan sebelumnya yang lebih tinggi, dan turn-over kolektif yang lebih tinggi menggunakan praktik seleksi yang lebih sedikit;
  3. Perusahaan dengan praktik seleksi lebih banyak tidak selalu memiliki kinerja yang lebih besar daripada perusahaan dengan praktik seleksi lebih sedikit karena terbukti bahwa praktik seleksi hanya berpengaruh signifikan terhadap penjualan per karyawan;
  4. Pertumbuhan industri tidak memoderasi hubungan antara praktik seleksi dan kinerja perusahaan. Berikutnya, industri yang dinamis tidak selalu memoderasi hubungan antara praktik seleksi dan kinerja perusahaan karena hanya berpengaruh pada produktivitas perusahaan berupa penjualan per karyawan dan laba operasi per karyawan;
  5. Tidak terdapat interaksi antara praktik seleksi dan tahapan seleksi terhadap kinerja perusahaan, artinya dampak praktik seleksi terhadap kinerja perusahaan tidak ada hubungan dengan jumlah tahapan seleksi;
  6. Perusahaan dengan lebih banyak praktik seleksi dan lebih sedikit turn-over mencapai laba operasi yang lebih besar per karyawan;
  7. Kesimpulannya adalah bahwa perusahaan menggunakan lebih banyak praktik seleksi ketika berada dalam pertumbuhan industri yang rendah, stabil dan turn-over kolektif yang lebih sedikit. Selanjutnya, perusahaan yang menggunakan praktik seleksi lebih banyak menghasilkan produktivitas yang lebih besar, khususnya penjualan per karyawan. Berikutnya, dampak menguntungkan dari praktik seleksi pada kinerja perusahaan dimoderasi oleh faktor lingkungan eksternal (industry yang dinamis) dan internal (turn-over kolektif), yaitu ketika perusahaan memiliki turn-over kolektif yang lebih sedikit, dan beroperasi dalam industri yang dinamis, dampak praktik seleksi pada produktivitas perusahaan adalah positif, tetapi ketika perusahaan berada di lingkungan yang lebih stabil, praktik seleksi yang lebih banyak berhubungan negatif dengan kinerja perusahaan.

TELAAH TAMBAHAN

  1. Topik tentang seleksi calon pegawai selalu menarik karena setiap perusahaan pasti menginginkan talenta terbaik sebagai salah satu sumber keunggulan kompetitif. Dalam era teknologi dengan segala keterbukaan saat ini, pemilihan metode seleksi menjadi hal yang krusial bagi perusahaan karena informasi dan data diri pelamar kerja umumnya tersedia di berbagai platform media;
  2. Penelitian menggunakan basis perusahaan manufaktur, keuangan dan layanan non-keuangan di Korea Selatan sehingga generalisasi hasilnya perlu direplikasi pada jenis perusahaan sama/berbeda di negara lain (negara maju dan/atau negara berkembang) dengan rentang waktu berbeda;
  3. Data survei hanya tahun 2005 saja dibandingkan dengan data kinerja keuangan tahun 2000 – 2007 sehingga perlu diuji kembali dengan rentang waktu yang mirip antar dua data berdasarkan kriteria yang ditetapkan;
  4. Sampel hanya berasal dari satu manajer per perusahaan sehingga validitas dan reliabilitas datanya perlu diuji kembali dengan tambahan sampel per perusahaan.

PERTANYAAN

Kementerian dan lembaga di Indonesia selalu menjadi magnet bagi calon pegawai karena menjanjikan status pegawai negeri sipil dengan berbagai keuntungan dibandingkan sebagai pegawai swasta. Dalam konteks lingkungan eksternal, persaingan mendapatkan talenta terbaik terjadi diantara kementerian dan lembaga tersebut. Dengan jenis persaingan tersebut, apa praktik seleksi terbaik yang perlu diambil oleh kementerian dan lembaga? Berikutnya, apakah menggunakan banyak metode/tahapan seleksi dengan berbagai macam tes atau cukup seleksi singkat?

#Opini Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *