Identitas Nasional

Identitas nasional merupakan ciri atau sifat khas Bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain di dunia, yang meliputi segenap yang dimiliki Bangsa Indonesia, seperti kondisi geografis, budaya, sumber kekayaan alam, demografi atau kependudukan, ideologi, agama, politik, ekonomi dan Pertahanan Keeamanan.

Identitas nasional Bangsa Indonesia yang terkenal adalah sebagai bangsa yang ramah dan sopan santun dimana mudah menerima kehadiran orang lain dan bersikap menghormati sebagai tamu; bangsa agraris; sistem kemasyarakatan adalah Sistem Gemmeinschaaft atau paguyuban (masyarakat sosial; bangsa religius; memiliki bahasa nasional, bendera negara, lagu kebangsaan, lambang negara, & gambar Garuda Pancasila.

Unsur-unsur Pembentuk Identitas Nasional
Aspek Alamiah, yaitu suku bangsa dan kondisi geografis (wilayah Nusantara)
Asoek Sosial, yaitu agama, budaya, Ideologi Pancasila.

Pancasila Sebagai Identitas & Karakter Bangsa Indonesia
Karakter bangsa merupakan tabiat atau watak khas Bangsa Indonesia yang membedakan dengan bangsa lain. Pancasila adalah karakter Bangsa Indonesia karena digali dari pandangan hidup bangsa; dirumuskan melalui musyawarah bersama, dan bukan paksaan oleh suatu kekuatan tertentu; lima dasar, yaitu KeTuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan adalah realitas yang hidup di Indonesia.

Nasionalisme
Nasionalisme adalah paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan negara dengan mewujudkan suatu identitas bersama yang mempunyai tujuan yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional, dan juga ingin mempertahankan negaranya dari ancaman, baik internal maupun eksternal. Nasionalisme menjadi syarat mutlak untuk pembentukan identitas bangsa, mulai dari tahap berbangsa, proses bernegara dan terwujud identitas bangsa.
Proses Berbangsa dimana 1). akibat penjajahan yang begitu lama menciptakan bangsa yang minder (tidak percaya diri); 2). sejarah masa kejayaan Kerajaaan Sriwijaya dan Majapahit; 3). berdirinya organisasi Budi Oetomo.
Proses Bernegara dimana 1). pembentukan BPUKI untuk persiapan mendirikan negara yang merdeka; 2). pembentukan PPKI; 3). Proklamasi Kemerdekaan dan penetapan UUD 1945.
Politik Identitas dimana 1). pada era reformasi, kebebasan berfikir & berpendapat berkembang pesat, bahkan mengarah kebebasan yang tak terbatas; 2). perjuangan menuntut HAM semakin menguat; 3). Politik identitas bersifat positif apabila sebagai motivasi untuk maju, dan sebaliknya bersifat negatif apabila mengarah pada disintegrasi bangsa.

Isu Globalisasi dan Identitas Nasional

Globalisasi terkait dengan kemajuan Iptek, intensitas hubungan masyarakat antara satu negara dengan negara lain menjadi semakin tinggi, terjadi proses akulturasi budaya dalam pergaulan antar bangsa, semakin menonjolnya sikap individualisme, dan materialistik, dan timbulnya kejahatan internasional, seperti penyalahgunaan narkotika, pencucian uang, terorisme, dan sebagainya. Dalam menyikapi globalisasi dan berbagai dampaknya tersebut, setiap warga negara dituntut memiliki sikap nasionalisme untuk menjaga dan mempertahankan identitas nasional.
(dikutip dari bahan ajar PKN STAN dengan pengembangan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *