Review Artikel” Building knowledge stock and facilitating knowledge flow through human resource management practices toward firm innovation”

Judul: Building knowledge stock and facilitating knowledge flow through human resource   management practices toward firm innovation
Penulis/Peneliti: Sun Young Sung, & Jin Nam Choi
Publikasi: Hum Resour Manage. 2018;57:1429–1442 © 2018 Wiley Periodicals, Inc. DOI: 10.1002/hrm.21915

ISU – ISU PENTING

  1. Masalah konsensus antara praktik manajemen SDM dan konstruksi manajemen pengetahuan pada level perusahaan;
  2. Manajemen pengetahuan memiliki implikasi penting terhadap daya inovasi perusahaan dalam situasi tuntutan lingkungan yang selalu berubah.

METODOLOGI

  1. Penelitian menggunakan data survei lengkap Human Capital Corporate Panel (HCCP) yang diarsipkan oleh Korea Research Institute for Vocational Education and Training (KRIVET) untuk mendukung Kementerian Tenaga Kerja Korea;
  2. Sampel penelitian diambil secara acak bertingkat dari perusahaan yang terdaftar dalam basis data Korea Investors Service. Data tingkat perusahaan yang dikumpulkan terdiri dari tiga titik waktu, yaitu 2007 (N = 314), 2009 (N = 336), dan 2011 (N = 369);
  3. Variabel penelitiannya adalah knowledge management-enhancing HRM practices, firm knowledge stock, firm knowledge flow, innovation strategy, firm innovation dan variabel control (industry type & firm size);
  4. Uji validitas konten sebelum pelaksanaan survei, serta uji coba instrumen penelitian HCCP (pretest) di tiga perusahaan, dan item skala dimodifikasi lebih lanjut untuk meningkatkan kejelasannya. Berikutnya, uji validitas empiris skala menggunakan analisis faktor konfirmatif sebelum uji hipotesis;
  5. Pengujian hubungan struktural antar konstruksi dengan melakukan analisis jalur struktural menggunakan perangkat lunak statistik AMOS, dan uji hipotesis moderasi dengan analisis regresi hierarki.

TEMUAN KUNCI

  1. Stock-building HRM practices berkaitan dengan persediaan pengetahuan perusahaan, namun persediaan pengetahuan perusahaan ini tidak berdampak pada inovasi perusahaan;
  2. Flow-facilitating HRM practices berkaitan dengan aliran pengetahuan perusahaan, dan aliran pengetahuan perusahaan ini menentukan daya inovasi perusahaan;
  3. Terdapat interaksi yang positif antara persediaan dan aliran pengetahuan dalam mewujudkan inovasi perusahaan;
  4. Strategi inovasi memoderasi hubungan antara manajemen pengetahuan dan inovasi perusahaan.

TELAAH TAMBAHAN

  1. Pemahaman bagaimana dimensi dalam manajemen pengetahuan (stok dan aliran pengetahuan) saling berinteraksi dan melengkapi sehingga memperkuat efek positifnya pada inovasi perusahaan sangat penting dalam pengelolaan SDM perusahaan dalam membangun dan mewujudkan keunggulan kompetitif;
  2. Perusahaan dengan strategi yang aktif mendorong pendekatan inovatif untuk menghadapi tuntutan perubahan lingkungan dapat memperkuat potensi inovasi dari manajemen pengetahuan yang dibentuk oleh praktik HRM. Dengan demikian, konsep tersebut memberikan pandangan baru para praktisi SDM dalam mengadopsi dan menerapkan strategi dimaksud;
  3. Berdasarkan penelitian, para praktisi SDM mendapatkan pandangan tambahan bahwa pengetahuan bukan penghalang utama untuk keberhasilan penerapan manajemen pengetahuan, tetapi masalah transfer pengetahuan karena karyawan tidak mau berbagi informasi dan pengetahuannya dengan karyawan lain;
  4. Berdasarkan penelitian, para praktisi SDM mendapatkan pandangan lebih lanjut bagaimana perusahaan dapat mengeksploitasi pengetahuan yang mungkin masih belum tersentuh sehingga menguntungkan organisasi;
  5. Pemahaman atas dilema motivasi karyawan mentransfer pengetahuan dapat mendorong para praktisi SDM dalam menciptakan sistem kerja yang kondusif karena transfer pengetahuan terbukti mendukung inovasi perusahaan.

PERTANYAAN

Salah satu praktik manajemen SDM yang mempromosikan manajemen pengetahuan perusahaan adalah praktik pembangunan stok pengetahuan. Bentuk utama dari praktik tersebut adalah On the Job Training (OJT) untuk membantu karyawan mengenal tugas pokok dan fungsi di perusahaan. Dalam praktiknya, banyak pelaksanaan OJT hanya sekedar formalitas untuk memenuhi ketentuan yang berlaku sehingga target OJT untuk membangun kompetensi karyawan sulit terwujud. Bagaimana strategi efektif untuk menjamin keberhasilan program OJT? Berapa jangka waktu ideal pelaksanaan OJT? apakah konsep OJT masih menjadi strategi terbaik?

#Opini Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *