Review Artikel “From Employee-Experienced High-Involvement Work System To Innovation: An Emergence-Based Human Resource Management Framework”

Judul: From Employee-Experienced High-Involvement Work System To Innovation: An Emergence-Based Human Resource Management Framework
Penulis/Peneliti: Yixuan Li, Mo Wang, Danielle D. Van Jaarsveld, Gwendolyn K. Lee & Dennis G. Ma
Publikasi: Academy of Management Journal 2018, Vol. 61, No. 5, 2000–2019. https://doi.org/10.5465/amj.2015.1101

ISU – ISU POKOK

  1. Hubungan strategis antara manajemen SDM dan kemampuan inovasi perusahaan, khususnya bagaimana pengalaman karyawan dengan system kerja keterlibatan tinggi memunculkan inovasi tingkat organisasi;
  2. Pemahaman tentang proses kemunculan SDM tingkat organisasi (agregat) untuk menghasilkan inovasi masih terbatas.

SAMPEL DAN METODOLOGI

  1. Pengujian hipotesis dilakukan dengan data Workplace and Employee Survey (WES) tahun 2005-2006 yang dikumpulkan oleh Badan Statistik Kanada dan terdiri dari survei tempat kerja dan survei karyawan;
  2. Sampel pada survei tempat kerja diambil dengan acak bertingkat menurut industri, wilayah, dan ukuran. Responden utamanya adalah manajer SDM dan manajer umum atau pemilik bisnis untuk perusahaan di wilayah kecil. Berikutnya, sampel pada survei karyawan diambil dari tempat kerja, dan dipantau selama dua tahun;
  3. Jumlah akhir sampel penelitian adalah 2.639 tempat kerja, dan 12.519 karyawan;
  4. Variabel dependennya adalah inovasi perusahaan;
  5. Variabel independennya adalah High-Involved Work System (HIWS) yang berpengalaman bagi karyawan, keseragaman pengalaman HIWS, pentingnya strategis inovasi, dan kekurangan SDM;
  6. Variabel kontrolnya adalah durasi waktu keberadaan tempat kerja, ukuran tempat kerja, profitabilitas, kepadatan serikat kerja dan sektor industri dikotomis;
  7. Analisis regresi probit secara berurutan, dan regresi hierarki tiga langkah.

TEMUAN KUNCI

  1. Hubungan positif antara HIWS dan inovasi lebih kuat ketika pengalaman HIWS karyawan lebih homogen;
  2. Pentingnya memperkenalkan varians (misalnya variabilitas pengalaman manajemen SDM karyawan di organisasi) dalam memahami proses HRM untuk mempengaruhi hasil organisasi;
  3. Kepentingan strategis yang tinggi dari inovasi memperkuat hubungan positif antara HIWS yang berpengalaman bagi karyawan, dan inovasi;
  4. Memperkenalkan konsep churn (masuk dan keluar karyawan) ke literatur manajemen SDM untuk menyelidiki bagaimana SDM membentuk hubungan antara HIWS dan inovasi. Kepergian karyawan yang ada dan penambahan karyawan baru dapat menguntungkan inovasi dengan mengurangi stagnasi organisasi dan meningkatkan variasi perspektif dalam organisasi;
  5. Penurunan SDM memperkuat efek positif HIWS yang berpengalaman karyawan pada inovasi dengan meningkatkan kemampuan beradaptasi terkait interaksi kolektif.

TELAAH TAMBAHAN

  1. Topik tentang inovasi perusahaan selalu hal yang menarik seiiring dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini karena kemampuan berinovasi menentukan eksistensi perusahaan dalam persaingan bisnis;
  2. Peran sentral manajemen SDM dalam inovasi perusahaan mendorong pimpinan perusahaan untuk fokus pada pengelolaan karyawan dengan baik sehingga membangun dan mempertahankan keunggulan kompetitif;
  3. Penelitian yang menunjukkan pentingnya interaksi kolektif untuk pertukaran dan agregasi pengetahuan menjadi panduan bagi praktisi SDM perusahaan dalam memaksimalkan potensi para karyawan perusahaan;
  4. Hasil penelitian memberikan pandangan tambahan bagi para praktisi SDM bahwa HIWS dapat mempromosikan inovasi lebih baik ketika perusahaan menambahkan nilai yang lebih strategis pada inovasi. Para praktisi SDM dalam perusahaan harus memiliki tujuan strategis yang jelas dan mengenali nilai potensial dari inovasi untuk mendukung tujuan;
  5. Berikutnya, hasil penelitian juga memberikan pertimbangan tambahan bagi para praktisi SDM bahwa perusahaan harus mengomunikasikan kebutuhan strategisnya dengan jelas kepada karyawan untuk memastikan upaya kolektif karyawan disalurkan ke arah yang benar.

PERTANYAAN

Inovasi merupakan salah satu kunci utama eksistensi suatu perusahaan, khusus era sekarang dimana teknologi berkembang pesat. Perusahaan yang lambat, bahkan tidak mampu berinovasi akan ketinggalan dari perusahaan pesaing. Sudah banyak kasus dimana suatu perusahaan semula sebagai pemimpin pasar, dan kemudian ‘tenggelam’ karena ketidakmampuan melakukan inovasi, misalnya Nokia atau Yahoo. Menurut Anda, bagaimana strategi efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendorong proses kreatifitas dan inovasi karyawan? Berikutnya, mengapa perusahaan yang telah mapan banyak yang resisten terhadap wacana inovasi sebagaimana halnya di Nokia atau Yahoo?

#Opini Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *