Review Artikel “Making Strategic Human Capital Relevant: A Time-Sensitive Opportunity”

Judul: Making Strategic Human Capital Relevant: A Time-Sensitive Opportunity
Penulis/Peneliti: David Kryscynski & Dave Ulrich
Publikasi: Academy of Management Perspectives 2015, Vol. 29, No. 3, 357–369. http://dx.doi.org/10.5465/amp.2014.0127

ISU – ISU POKOK

  1. Domain human capital diantara strategi perusahaan dan manajemen SDM strategis;
  2. Salah satu masalah bidang human capital adalah terbatasnya literatur tentang bagaimana perusahaan mengarahkan tindakan dan perilaku dari human capital dalam memenuhi tuntutan atas perubahan pasar eksternal;
  3. Terdapat gap antara penelitian para akademisi yang cenderung berdasarkan teori dan tantangan bisnis substantif yang dihadapi oleh perusahaan (praktik);
  4. Isu kemungkinan teori yang jauh dari fenomena yang ada sehingga tidak mampu memberikan wawasan dalam praktik perusahaan dan berdampak merugikan pada implikasi kebijakan, khususnya dalam daya saing perusahaan.

METODOLOGI

Peneliti melaksanakan literatur reviu tentang konsep human capital khusus dan umum, gap antara teori dan praktik dalam penelitian manajemen, potensi peran human capital atas gap teori-praktik, serta menyelidiki, mengeksplorasi, dan memanfaatkan fenomena untuk menutup gap teori-praktik.

TEMUAN KUNCI

Penulis/peneliti memberikan rekomendasi bagi para peneliti bidang human capital strategis untuk menutup kesenjangan antara teori dan praktik, yaitu: peneliti disarankan untuk:

  1. mengaitkan antara penjelasan teoretis dan fenomena yang dapat diamati, baik dimulai dengan fenomena yang menarik, dan selanjutnya menggunakan alat bantu untuk menjelaskannya, maupun dimulai dengan penjelasan teoretis, dan berikutnya mengevaluasi penjelasan dimaksud secara hati-hati terhadap fenomena tersebut;
  2. mengevaluasi kesesuaian antara teori yang relevan dan fenomena secara hati-hati;
  3. mencari peluang untuk menantang atau melonggarkan asumsi berdasarkan apa yang diamati dalam fenomena. Apabila asumsi terlalu jauh dari fenomena, terdapat kemungkinan peluang memperkaya teori dengan membawanya lebih dekat ke praktik;
  4. mengembangkan wawasan baru yang menjelaskan apa yang terjadi ketika asumsi dilonggarkan atau dimodifikasi, misalnya dengan memanfaatkan pengamatan dari fenomena dan wawasan teoritis dari teori terkait untuk menghasilkan penjelasan baru atas fenomena;
  5. menguji teori baru yang dimodifikasi untuk melihat apakah teori baru tersebut relevan dan dapat digeneralisasikan.

TELAAH TAMBAHAN

  1. Penelitian tentang relevansi human capital terhadap strategi perusahaan selalu menarik untuk diteliti seiiring dengan pengakuan bahwa human capital adalah sumber utama keunggulan kompetitif perusahaan. Dengan demikian, para praktisi SDM mendapatkan berbagai ide dan alternatif dalam penerapan human capital;
  2. Paradoks Firm-Specific Human Capital memberikan gambaran bagaimana manajemen SDM dalam berinvestasi kompetensi khusus terhadap karyawannya untuk mewujudkan dan menjaga keunggulan kompetitif;
  3. Konsep human capital khusus dan umum memberikan pandangan bagaimana mengelola SDM dalam perusahaan dalam rangka mendukung pencapaian tujuan strategis, akhirnya, secara khusus, rekomendasi yang diberikan dapat dimanfaatkan peneliti bidang human capital dalam merencanakan penelitian dengan membantu menutup gap antara teori dan praktik.

PERTANYAAN

Firm-specific human capital merupakan sumber utama keunggulan kompetitif berkelanjutan suatu perusahaan. Dalam penerapan di lembaga sektor publik, kasus yang sering terjadi adalah karyawan dengan keahlian khusus (misalnya bidang IT atau keuangan) ditahan oleh atasan agar tidak pindah ke unit kerja lain atau keluar dengan alasan apapun, misalnya melanjutkan studi dalam rangka meningkatkan karier. Atasan melakukan tindakan tersebut umumnya karena takut tidak mampu bekerja dengan baik apabila tidak dibantu karyawan bersangkutan. Kebijakan atasan dimaksud jelas merugikan karyawannya untuk mengembangkan kompetensi dan karier dimasa depan. Bagaimana pendapat Saudara mengenai kasus tersebut?

#Opini Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *