Judul: Human Capital Acquisition And Organizational Innovation: A Temporal Perspective
Penulis/Peneliti: Taiyuan Wang, dan Christopher D. Zatzick
Publikasi: Academy of Management Journal 2019, 2019, Vol. 62, No. 1, 99–116. https://doi.org/10.5465/amj.2017.0114
ISU – ISU POKOK
- Perekrutan sangat penting untuk inovasi organisasi karena rekrutan baru dapat membawa pengetahuan, perspektif, dan kemampuan baru yang penting untuk menciptakan modal intelektual;
- Selama ini tidak ada penelitian teoritis atau empiris yang menyelidiki bagaimana perekrutan berkelanjutan versus sesekali mempengaruhi inovasi organisasi;
- Pendapat bahwa pola perekrutan organisasi, termasuk tingkat perekrutan, perubahan tingkat perekrutan, dan penyebaran tingkat perekrutan mempengaruhi inovasi organisasi;
- Kolaborasi antara rekrutan baru dan karyawan lama sangat penting sehingga praktik kerja kolaboratif yang mempromosikan komunikasi, partisipasi, berbagi informasi, dan membangun kepercayaan dapat memperbesar manfaat peningkatan perekrutan untuk inovasi organisasi.
SAMPEL DAN METODOLOGI
- Pengujian hipotesis dilaksanakan dengan survei tempat kerja tahun 2003–2006 berdasarkan Database Workplace and Employee Survey (WES) yang dikelola oleh Badan Statistik Kanada. Tempat kerja dipastikan mewakili semua jenis bisnis yang ada. Dengan pengecualian organisasi nirlaba dan organisasi yang memiliki karyawan kurang dari 10 orang, sampel penelitian diperoleh 1.006 organisasi;
- Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan bantuan komputer dan telepon tentang berbagai aspek organisasi, termasuk perekrutan dan pergantian anggota organisasi, praktik kerja, serta kinerja inovasi;
- Observasi penelitian untuk karyawan baru adalah tiga tahun (2003-2005) untuk mengumpulkan data tentang pola perekrutan dengan fokus pada karyawan baru manajerial dan professional;
- Untuk mengukur praktik kerja kolaborasi, penelitian menggunakan indeks aditif dengan enam jenis pertanyaan;
- Penelitian menggunakan 13 variabel dummy untuk mengontrol perbedaan industri (14 industri);
- Penelitian menggunakan analisis regresi logistik ordinal untuk menguji hipotesis.
TEMUAN KUNCI
- Suplai pengetahuan dan perspektif baru yang berkelanjutan melalui perekrutan sangat penting bagi organisasi untuk mengembangkan produk dan proses baru;
- Praktik kerja kolaborasi memungkinkan kombinasi dan pertukaran pengetahuan di antara karyawan baru dan yang sedang menjabat;
- Kenaikan tingkat perekrutan dari tahun ke tahun secara positif terkait dengan inovasi organisasi dengan praktik kerja yang lebih kolaboratif, sementara hubungan antara penyebaran tingkat perekrutan dan inovasi kurang positif ketika organisasi memiliki praktik kerja yang lebih kolaboratif.
TELAAH TAMBAHAN
- Topik tentang perekrutan karyawan baru selalu menarik karena organisasi membutuhkan anggota yang tepat untuk mencapai sasaran strategis organisasi;
- Penelitian dilakukan dengan asumsi kondisi sumber daya keuangan organisasi dalam keadaan baik sehingga mudah merekrut karyawan baru untuk menunjang kreativitas dalam organisasi;
- Penelitian seharusnya mempertimbangkan waktu dan biaya yang sebanding dengan manfaat yang didapatkan berupa daya inovasi karyawan baru. Biaya-biaya tersebut misalnya biaya rekrutmen dan biaya selama proses adaptasi, misalnya biaya pelatihan;
- Penelitian belum memberikan rekomendasi bagaimana menjaga daya inovatif berkelanjutan bagi karyawan baru setelah bekerja dalam jangka waktu tertentu;
- Pola perekrutan sebagaimana penelitian ini belum tentu dapat diterapkan pada organisasi tertentu, misalnya lembaga sektor publik yang menentukan batasan umur sebagai salah satu persyaratan.
PERTANYAAN
Karyawan baru yang profesional hasil rekrutmen diharapkan memberikan pengetahuan dan ide baru dalam rangka meningkatkan inovasi organisasi. Disisi lain, suatu organisasi yang memiliki budaya organisasi yang berorientasi pada kreativitas anggota organisasi diyakini sebagai salah satu faktor penunjang utama pencapaian tujuan strategis organisasi. Bagaimana bentuk seleksi terbaik agar human capital hasil rekrutmen sesuai dengan budaya organisasi sehingga anggota organisasi yang baru cepat dalam menyesuaikan diri dengan budaya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan strategis organisasi? Apakah direkrut dulu kemudian dilatih pengenalan budaya organisasi atau pengetahuan budaya organisasi menjadi salah satu syarat saat seleksi?
#Opini Pribadi