Judul: Advancement along a career path: the influence of human capital and performance
Penulis/Peneliti: Christopher M. Harris, Marshall W. Pattie, dan Gary C. McMahan
Publikasi: Human Resource Management Journal, Vol 25, no 1, 2015, pages 102–115
ISU – ISU POKOK
- Seseorang yang terlibat dalam suatu profesi tertentu akan memiliki suatu jalur karier. Perjuangan orang bersangkutan adalah tentang jenis karier apa yang akan dimiliki, dan bagaimana mencapai kemajuan posisi dalam karier tersebut;
- Setiap karier adalah unik, dan menempatkan nilai pada human capital adalah unik untuk karier tertentu;
- Teori human capital menunjukkan bahwa dengan human capital, seseorang pada karier tertentu seharusnya berkinerja pada level tinggi, dan mendapatkan nilai lebih dalam kariernya;
- Teori signalling menunjukkan bahwa seseorang dengan catatan kinerja tinggi dapat mengirimkan sinyal ke organisasi bahwa dia memiliki human capital yang diperlukan untuk berkinerja pada level tinggi dalam karier sehingga seseorang tersebut seharusnya mendapatkan nilai lebih dan kemajuan dalam kariernya;
- Penelitian bertujuan menguji pengaruh human capital dan kinerja bagi kemajuan seseorang dalam kariernya.
SAMPEL DAN METODOLOGI
- Penelitian menggunakan sampel berupa pemain American Football dalam periode 5 tahun (2008 – 2012) dengan tiga tahap karier yang berbeda;
- Pertimbangan pemilihan sampel tersebut adalah jenis olah raga dimaksud memiliki jalur karier yang sangat terstruktur yang memungkinkan pelacakan perkembangan seorang pemain melalui tahapan karier yang berbeda. Dengan demikian, penelitian dapat mengidentifikasi lebih jelas tentang faktor-faktor penting bagi kemajuan karier seseorang;
- Penelitian menggunakan prosedur pengambilan sampel ulang non-parametrik untuk pengujian mediasi.
TEMUAN KUNCI
- Human capital seseorang yang dinilai pada tahap pertama karier secara positif terkait dengan kinerja seseorang pada tahap kedua kariernya;
- Kinerja seseorang pada tahap kedua dalam karier berhubungan positif dengan nilai dan kemajuan seseorang pada tahap ketiga dalam kariernya. Dengan demikian, kinerja sebelumnya memberikan sinyal kepada organisasi;
- Kinerja seseorang pada tahap kedua karier memediasi hubungan antara human capital yang dinilai pada tahap pertama karier serta nilai dan kemajuannya pada tahap ketiga karier.
TELAAH TAMBAHAN
- Tema tentang human capital masih relevan dengan kondisi saat ini seiring posisi penting bidang SDM sebagai mitra strategis organisasi dalam pencapaian tujuan;
- Penelitian mengasumsikan bahwa karier seseorang dapat berpindah-pindah antar organisasi sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi untuk karyawan dengan status tetap di organisasi tertentu;
- asil penelitian hanya dapat diterapkan pada organisasi dan jenis profesi tertentu;
- Apabila diterapkan di Indonesia, hasil penelitian dapat dicoba di organisasi pemerintah atau bahkan swasta yang memiliki sekolah kedinasan atau sekolah khusus calon pegawai sehingga dapat dipetakan perkembangan human capital-nya;
- Hasil penelitian memberikan saran bagi seseorang bagaimana meningkatkan human capital-nya untuk menunjang karier dalam profesinya.
PERTANYAAN
Dalam organisasi yang ideal, kemajuan karier seseorang seharusnya murni ditentukan seberapa besar human capital yang dimiliki seseorang. Dalam praktiknya, jenis organisasi tertentu sulit menerapkan idealism tersebut, misalnya organisasi sektor publik (khususnya instansi pemerintah). Dalam organisasi dimaksud, karier seseorang sangat mungkin ditentukan karena faktor kedekatan dengan pimpinan atau pemangku kepentingan yang utama. Bagaimana strategi terbaik dalam membangun idealisme di organisasi semacam itu?
#Opini Pribadi