Judul: Dynamic talent management capabilities and organizational agility—A qualitative exploration
Penulis/Peneliti: Katharina Harsch, dan Marion Festing
Publikasi: Human Resou Man and Intercultural Leadership, ESCP Europe, Berlin, Germany
ISU – ISU POKOK
- Lingkungan bisnis telah banyak mengalami perubahan berupa peningkatan kompetisi global, perkembangan ekonomi pengetahuan, peran digitalisasi; serta perubahan kebutuhan konsumen dan pasar sehingga bisnis menjadi lebih dinamis, kompleks dan sulit diprediksi yang menuntut perubahan cara kerja dan persyaratan keterampilan;
- Perubahan cepat dalam dunia bisnis dimaksud menuntut fleksibitas dan kecepatan beradaptasi pelaku bisnis;
- Kelincahan organisasi dipandang sebagai kunci pokok dalam menghadapi tantangan perubahan lingkungan bisnis;
- Namun, para peneliti belum sepenuhnya memahami bagaimana kelincahan organisasi dibentuk, atau bagaimana mengidentifikasi faktor penting yang mempengaruhinya, dan proses kritisnya;
- SDM dianggap berperan penting dalam mewujudkan kelincahan organisasi. Dengan demikian, peneliti fokus pada proses organisasi dalam menyebarkan dan mengembangkan SDM (talenta), serta pemahaman manajemen talenta sebagai kemampuan dinamis yang mendorong kelincahan organisasi dalam pembentukan talenta yang berkesinambungan;
- Oleh karena itu, tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan nmengeksplorasi bagaimana manajemen talenta dapat membentuk talenta, serta membawanya menjadi lebih lincah. Berikutnya, peneliti menyelidiki apakah perusahaan memiliki kemampuan manajemen talenta dinamis berbeda yang mendorong kelincahan organisasi ke berbagai tingkatan.
SAMPEL DAN METODOLOGI
- Sampel penelitian adalah perusahaan di Jerman yang memiliki keberagaman karakteristik berupa ukuran, jenis industri, umur, dan kepemilikan. Pemilihan sampel dengan karakteristik beragam bertujuan menghindari bias yang disebabkan kekhasan budaya;
- Variabel seperti pembelajaran organisasi, hierarki datar, kerja tim, dan otonomi telah diidentifikasi sebagai faktor penting dalam mendorong kelincahan karyawan dan organisasi, sehingga faktor tersebut dapat menjadi titik awal ketika membahas manajemen talenta dalam lingkungan yang dinamis;
- Karena pengetahuan tentang bidang penelitian ini, dan khususnya masalah pengukuran, sangat langka, peneliti menggunakan pendekatan eksplorasi (kualitatif) dengan melakukan wawancara mendalam;
- Peneliti melakukan 241 wawancara dengan para profesional senior yang memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang SDM, atau manajemen talenta, serta bertanggung jawab mengelola talenta perusahaan masing-masing;
- Pelaksanaan wawancara direkam, ditranskrip, dan dianalisis oleh dua peneliti menggunakan perangkat lunak analisis data kualitatif (MAXQDA);
- Selain wawancara, pengumpulan data dilengkapi dengan dokumen internal dan informasi publik yang tersedia di situs web perusahaan dan media sosial.
TEMUAN KUNCI
- Menurut narasumber, kelincahan organisasi didefinisikan sebagai pola pikir umum sebuah perusahaan yang tercermin dalam praktik dan metode untuk mengatur perubahan dengan cepat, fleksibel, dan berdasarkan orientasi pada pelanggan serta dilakukan berulang, transparan, dan kooperatif;
- Kelincahan diperlukan ketika perusahaan beroperasi di pasar yang dinamis, kompleks, dan kompetitif yang dicirikan dengan ketidakpastian;
- Variabel digitalisasi, peningkatan biaya, tekanan inovasi, serta perubahan kebutuhan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya sebagai pendorong utama kelincahan;
- Kekhasan organisasi yang lincah tercermin dalam variabel, yaitu 1). signifikansi strategis dan penyebaran kelincahan; 2). proses, metode dan struktur organisasi yang lincah; 3). budaya organisasi yang gesit; dan 4) fasilitas yang mendukung kelincahan;
- Manajemen talenta sebagai aset strategis mendorong kelincahan melalui pekerjaan dan praktik kerja yang sesuai, serta berfungsi sebagai panutan di perusahaan;
- Hasil penelitian memberikan pendalaman wawasan bahwa talenta yang lincah adalah orang berprestasi tinggi yang memotivasi, tidak hanya diri sendiri, tetapi juga karyawan lain untuk meningkatkan organisasi dan menciptakan kesuksesan. Mereka memiliki ciri inovatif, gesit, berorientasi pada pelanggan, tangguh, mudah beradaptasi, memiliki kemampuan tinggi untuk belajar dan kemauan tinggi untuk bekerja, serta kritis terhadap praktik konvensional;
- Peneliti mengidentifikasi tiga tipe kemampuan manajemen talenta dinamis yang menghasilkan berbagai jenis proses dan praktik manajemen talenta, yaitu manajemen talenta individual, paternalistik, dan canggih (Sophisticated).
TELAAH TAMBAHAN
- Tema tentang manajemen talenta masih menjadi obyek penelitian yang menarik sebagai upaya perusahaan mencari SDM terbaik dalam situasi perkembangan teknologi dan persaingan global saat ini;
- Sampel penelitian tidak melibatkan instansi pemerintah sehingga harus diteliti lebih lanjut bagaimana mekanisme penerapan manajemen talenta yang di dinamis di instansi publik;
- Penelitian tidak memperhatikan kemungkinan pelaksanaan manajemen talenta yang tidak murni sesuai prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan karena pemilihan calon talenta berdasarkan pilihan pimpinan berdasarkan faktor kedekatan dan lain-lain.
PERTANYAAN
Manajemen talenta dapat dianggap sebagai salah satu metode terbaik dalam menyiapkan SDM unggul dalam suatu organisasi. Harapannya, organisasi akan dipimpin oleh SDM yang memiliki kompetensi tinggi dalam mencapai sasaran organisasi. Bagaimana penerapan manajemen talenta di organisasi pemerintah yang cenderung birokratis dan masih ada unsur kedekatan dengan atasan dalam pengajuan calon talenta?
#Opini Pribadi