Review Jurnal “Talent management, absorptive capacity, and firm performance: Does it work in China and Russia?”

Judul: Talent management, absorptive capacity, and firm performance: Does it work in China and Russia?
Penulis/Peneliti: Marina Latukha & Anna Veselova
Publikasi: Hum Resource Management. 2019;58:503–519 © 2018 Wiley Periodicals, Inc

ISU – ISU POKOK

  1. Kemampuan bersaing perusahaan tidak hanya ditentukan oleh manajemen talenta yang baik, tetapi juga kapasitas penyerapan perusahaan dalam bentuk kemampuan mengidentifikasi, mengasimilasi, dan menerapkan pengetahuan secara efisien;
  2. Meskipun manajemen SDM berdampak positif pada kapasitas penyerapan, tetapi manajemen talenta belum dikaitkan dengan kapasitas penyerapan tersebut;
  3. Masih terdapat kekurangan penelitian empiris yang tepat tentang integrasi antara manajemen talenta dan kapasitas penyerapan, terutama studi komparatif antara perusahaan di negara maju dan negara berkembang.

SAMPEL DAN METODOLOGI

  1. Sampel penelitian ini adalah 120 perusahaan menengah dan besar yang beroperasi di berbagai industri di China dan Rusia;
  2. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (kertas/online/elektornik) yang terdiri dari lima halaman dan berisi 121 pertanyaan;
  3. Variabel dependen utama adalah kinerja perusahaan yang diukur secara subjektif dengan menggunakan skala likert 7 poin;
  4. Pengukuran variabel manajemen talenta menggunakan skala 25 item dan setiap item diukur dengan skala likert 7 poin;
  5. Pengukuran kapasitas penyerapan, peneliti menggunakan skala yang dikembangkan oleh Flatten et al. (2011) dengan skala 36 itemdan setiap item diukur dengan skala likert 7 poin;
  6. Menggunakan sejumlah variabel kontrol yang memiliki dampak pada manajemen talenta, kapasitas penyerapan dan kinerja perusahaan sesuai penelitian sebelumnya;
  7. Pengujian hipotesis hubungan antara variabel independan dan dependen menggunakan analisis regresi linier OLS.

TEMUAN KUNCI

  1. Secara garis besar, pada perusahaan China dan Rusia, sistem manajemen talenta berkembang dengan baik, dan secara positif mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memperoleh, mengasimilasi, dan mengeksploitasi pengetahuan serta meningkatkan keseluruhan level kapasitas penyerapan perusahaan;
  2. Manajemen talenta berdampak positif pada akuisisi pengetahuan, asimilasi, dan eksploitasi sehingga sistem manajemen talenta yang dikembangkan dengan baik berkontribusi pada peningkatan level kapasitas penyerapan perusahaan;
  3. Terdapat peran mediasi kapasitas penyerapan perusahaan dalam hubungan positif antara manajemen talenta dan kinerja perusahaan;
  4. Hubungan positif antara manajemen talenta dan kinerja perusahaan yang dimediasi oleh kapasitas penyerapan menunjukkan hasil lebih kuat di perusahaan China daripada perusahaan Rusia.

TELAAH TAMBAHAN

  1. Topik penelitian menarik karena ternyata pengembangan manajemen talenta saja tidak cukup untuk menciptakan keunggulan kompetitif;
  2. Perbandingan China dan Rusia sebenarnya agak kurang tepat karena perbedaan pokok dalam ideologi negara (meskipun sistem ekonomi kedua negara tersebut sudah cenderung liberal);
  3. Hasil penelitian belum mempertimbangkan faktor kepemilikan negara atas perusahaan yang mungkin mempengaruhi penerapan manajemen talenta dan kapasitas penyerapan;
  4. Penentuan sampel seharusnya secara acak sehingga hasilnya lebih komprehensif.

PERTANYAAN

Negara-negara tertentu memiliki kontrol yang ketat dalam pengelolaan perusahaan apabila memiliki saham dalam perusahaan tersebut, misalnya di China. Dalam kasus perusahaan dengan sebagian besar dimiliki oleh negara, bagaimana tindakan yang harus dilakukan agar kapasitas penyerapan dapat berjalan dengan baik dalam rangka mendukung kinerja perusahaan?

#Opini Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *