Judul: What is the value of talent management: Building value-driven processes within a talent management architecture
Penulis/Peneliti: Paul R. Sparrow & Heba Makram
Publikasi: Human Resource Management Review (2015) journal homepage: www.elsevier.com/locate/humres
ISU -ISU POKOK
- Perdebatan tentang keluasan dan fokus dari fungsi manajemen talenta (desain, peran, pendelegasian wewenang, pengembalian investasi dan kepemilikan talenta);
- Manajemen talenta memiliki potensi untuk mengatasi serangkaian tantangan yang dihadapi oleh organisasi dengan cara baru yang tidak mungkin dilakukan dengan penerapan disiplin ilmu tunggal atau dari sisi akademis;
- Menjawab pertanyaan tentang nilai dalam manajemen talenta merupakan tantangan inti agar bidang manajemen talenta dapat berkembang lebih jauh;
- Arsitektur manajemen talenta merupakan elemen paling berharga dari manajemen talenta sehubungan peningkatan kinerja dan efektifitas organisasi;
- Arsitektur manajemen talenta mungkin kelihatan sama pada permukaan di seluruh organisasi, tetapi dalam kenyataannya, bergantung pada asumsi unik, strategi bisnis, wawasan pembuat keputusan dalam organisasi, dan filosofi organisasi;
- Bagaimana arsitektur manajemen talenta dapat menghasilkan nilai bagi organisasi berdasarkan gagasan filosofi manajemen talenta;
- Gagasan tentang proses yang digerakkan oleh nilai dengan mengembangkan empat konsep nilai (penciptaan nilai, penangkapan nilai, leverage nilai, dan perlindungan nilai) yang diperlukan untuk manajemen talenta yang efektif karena menyediakan cara mewujudkan arsitektur manajemen talenta.
METODOLOGI
- Literatur manajemen talenta menggunakan konsep arsitektur dari literatur bidang SDM dalam rangka mengidentifikasi bagaimana arsitektur manajemen talenta dapat menghasilkan nilai bagi organisasi;
- Penelitian dilakukan dengan mengajukan 14 preposisi penelitian.
TEMUAN KUNCI
- Penggunaan filosofi manajemen talenta yang dominan menandakan sejumlah literatur penting, dan juga menunjukkan bahwa perspektif human capital tidak dapat menjawab semua pertanyaan tentang nilai;
- Penciptaan nilai adalah proses yang relatif, dan untuk mengevaluasi setiap nilai talenta individu, organisasi membutuhkan wawasan yang lebih rinci tentang dampak sistem talenta tersebut;
- Filosofi praktik mengadopsi banyak pemikiran human capital dan menyatakan bahwa nilai hanya dibuat jika seluruh kumpulan literatur praktik berfungsi. Berdasarkan filosofi praktik, pemikiran human capital tidak membahas kompleksitas yang muncul saat organisasi menyelaraskan arsitektur talenta dengan hasil strategis (misalnya inovbasi, efisiensi dan efektivitas);
- Berdasarkan filosofi posisi, teori human capital tidak mengidentifikasi bagaimana berkontribusi pada keunggulan kompetitif berkelanjutan organisasi secara berbeda dalam hal efisiensi organisasi berupa kecepatan dan kualitas eksekusi;
- Berdasarkan filosofi kumpulan strategis, manajemen talenta tertanam kuat dalam pemikiran human capital, dan memperluas asesmen nilai dengan membawa ide, model dan kerangka kerja dari bidang manajemen risiko, optimalisasi dan mitigasi, serta manajemen rantai pasokan dalam kondisi ketidakpastian;
- Perlu mengadopsi rangkaian kerangka teoretis yang lebih luas untuk mempertimbangkan bagaimana talenta individu atau arsitektur manajemen talenta memiliki nilai bagi organisasi.
TELAAH TAMBAHAN
- Karena topik manajemen talenta masih menjadi isu yang relevan saat ini, hasil penelitian memberikan tambahan informasi pada bidang pengeloaan SDM mengenai identifikasi berbagai jenis nilai yang harus disediakan oleh para talenta individu untuk dikelola dalam arsitektur manajemen talenta;
- Penelitian belum membahas kemungkinan kegagalan arsitektur manajemen talenta karena intervensi manajemen puncak, khususnya pada lembaga sektor publik;
- Penelitian belum banyak mengeksplorasi bagaimana memastikan bahwa seorang karyawan sebagai talenta yang tepat bagi organisasi;
- Hasil penelitian akan lebih komprehensif apabila disertai studi kasus (praktik) di lapangan.
PERTANYAAN
Arsitektur manajemen talenta dibuat dengan tujuan kesuksesan pelaksanaan manajemen talenta dalam menyiapkan SDM yang kompetitif sesuai kebutuhan organisasi. Berkaitan dengan itu, bagaimana strategi yang harus dilakukan agar arsitektur manajemen talenta yang telah dibangun dapat dijalankan dengan konsisten tanpa ada intervensi manajemen puncak yang mungkin memiliki gagasan berbeda, khususnya pemilihan calon talenta?
#Opini Pribadi